Pengertian Drama, Akting, Dan Teater
11.03.2009 • Posted in Uncategorized
Definisi Pengertian Drama, Akting, Dan Teater
1. DRAMA
Drama berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya. Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak. Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama
Dalam bahasa Belanda, drama adalah toneel, yang kemudian oleh PKG Mangkunegara VII dibuat istilah Sandiwara.
kasih mampu mnjdikan stiap perbdaan i2 indh, Kasih menhdirkn sbuah kebahagi"n & mmberkan hrapan buat kta semua.
1
Kamis, 24 Maret 2011
tenses
tense Affirmative/Negative/Question Use Signal Words
Simple Present A: He speaks.
N: He does not speak.
Q: Does he speak?
* action in the present taking place once, never or several times
* facts
* actions taking place one after another
* action set by a timetable or schedule
always, every …, never, normally, often, seldom, sometimes, usually
if sentences type I (If I talk, …)
Present Progressive A: He is speaking.
N: He is not speaking.
Q: Is he speaking?
* action taking place in the moment of speaking
* action taking place only for a limited period of time
* action arranged for the future
at the moment, just, just now, Listen!, Look!, now, right now
Simple Past A: He spoke.
N: He did not speak.
Q: Did he speak?
* action in the past taking place once, never or several times
* actions taking place one after another
* action taking place in the middle of another action
yesterday, 2 minutes ago, in 1990, the other day, last Friday
if sentence type II (If I talked, …)
Past Progressive A: He was speaking.
N: He was not speaking.
Q: Was he speaking?
* action going on at a certain time in the past
* actions taking place at the same time
* action in the past that is interrupted by another action
when, while, as long as
Present Perfect Simple A: He has spoken.
N: He has not spoken.
Q: Has he spoken?
* putting emphasis on the result
* action that is still going on
* action that stopped recently
* finished action that has an influence on the present
* action that has taken place once, never or several times before the moment of speaking
already, ever, just, never, not yet, so far, till now, up to now
Present Perfect Progressive A: He has been speaking.
N: He has not been speaking.
Q: Has he been speaking?
* putting emphasis on the course or duration (not the result)
* action that recently stopped or is still going on
* finished action that influenced the present
all day, for 4 years, since 1993, how long?, the whole week
Past Perfect Simple A: He had spoken.
N: He had not spoken.
Q: Had he spoken?
Simple Present A: He speaks.
N: He does not speak.
Q: Does he speak?
* action in the present taking place once, never or several times
* facts
* actions taking place one after another
* action set by a timetable or schedule
always, every …, never, normally, often, seldom, sometimes, usually
if sentences type I (If I talk, …)
Present Progressive A: He is speaking.
N: He is not speaking.
Q: Is he speaking?
* action taking place in the moment of speaking
* action taking place only for a limited period of time
* action arranged for the future
at the moment, just, just now, Listen!, Look!, now, right now
Simple Past A: He spoke.
N: He did not speak.
Q: Did he speak?
* action in the past taking place once, never or several times
* actions taking place one after another
* action taking place in the middle of another action
yesterday, 2 minutes ago, in 1990, the other day, last Friday
if sentence type II (If I talked, …)
Past Progressive A: He was speaking.
N: He was not speaking.
Q: Was he speaking?
* action going on at a certain time in the past
* actions taking place at the same time
* action in the past that is interrupted by another action
when, while, as long as
Present Perfect Simple A: He has spoken.
N: He has not spoken.
Q: Has he spoken?
* putting emphasis on the result
* action that is still going on
* action that stopped recently
* finished action that has an influence on the present
* action that has taken place once, never or several times before the moment of speaking
already, ever, just, never, not yet, so far, till now, up to now
Present Perfect Progressive A: He has been speaking.
N: He has not been speaking.
Q: Has he been speaking?
* putting emphasis on the course or duration (not the result)
* action that recently stopped or is still going on
* finished action that influenced the present
all day, for 4 years, since 1993, how long?, the whole week
Past Perfect Simple A: He had spoken.
N: He had not spoken.
Q: Had he spoken?
cerita pendek
Cerita pendek
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
teorema momentum dan impuls
Momentum (p) didefinisikan sebagai suatu ukuran kesukaran untuk mengubah keadaan gerak suatu benda. (Cat : bandingkan dengan definisi massa inersia : suatu ukuran kesukaran untuk menggerakkan suatu benda)
Secara matematis momentum didefinisikan sebagai :
Dimana p adalah momentum (kg.m/s), m adalah massa benda (kg), dan v adalah kecepatannya (m/s).
Momentum adalah besaran vektor! Perhatikan arah!
Impuls (I) didefinisikan sebagai besarnya perubahan momentum yang disebabkan oleh gaya yang terjadi pada waktu singkat, sehingga dapat dituliskan sebagai :
persamaan tersebut dikenal sebagai Teorema Impuls-Momentum
Definisi lain dari impuls (diperoleh dari penurunan Hukum II Newton) adalah hasil kali antara gaya singkat yang bekerja pada benda dengan waktu kontak gaya pada benda (biasanya sangat kecil), sehingga bisa juga ditulis sebagai :
Dengan satuan I adalah N.s. Jadi Teorema Impuls-Momentum dapat dinyatakan dalam bentuk berikut :
HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM
Berdasarkan Hukum kedua Newton, maka diketahui bahwa momentum suatu sistem adalah kekal (selama tidak ada gaya lain yang bekerja pada sistem), maka Hukum Kekekalam Momentum dapat ditulis sebagai :
atau untuk menyederhanakan penulisan digunakan notasi
Hukum kekekalan momentum ini dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah :
1. Tumbukan antara dua benda (tabrakan mobil, tumbukan bola-bola, tumbukan bola-dinding, dll.)
2. Pemisahan antara dua benda (mis: dua orang berpelukan lalu saling mendorong satu sama lain, peluru yang keluar dari sebuah senapan, dll.).
3. Ledakan bom yang terpecah menjadi dua bagian atau lebih.
4. Penyatuan dua benda ( mis: orang yang naik ke perahu, dua benda bertumbukan lalu menempel, dll.)
KOEFISIEN RESTITUSI & JENIS-JENIS TUMBUKAN
Koefisien restitusi (e) didefinisikan sebagai perbandingan perubahan kecepatan benda sesudah bertumbukan dan sebelum bertumbukan, atau :
Koefisien restitusi tidak memiliki satuan dan nilainya dari 0 s/d 1. Nilai negatif diperlukan untuk ‘mempositifkan’ nilai e, karena Δv’ bernilai negatif (arah berlawanan dengan Δv). Jika :
e = 1 => Tumbukan Lenting/elastis Sempurna. Tidak ada penyerapan energi, maka berlaku Hukum Kekekalan Energi Kinetik (EK = EK’)
0 < e < 1 => Tumbukan Lenting/elastis Sebagian, ada penyerapan energi. EK ≠EK’
e = 0 ==> Tumbukan tidak lenting/tidak elastis sama sekali, energi terserap secara maksimal. EK ≠EK’
Secara matematis momentum didefinisikan sebagai :
Dimana p adalah momentum (kg.m/s), m adalah massa benda (kg), dan v adalah kecepatannya (m/s).
Momentum adalah besaran vektor! Perhatikan arah!
Impuls (I) didefinisikan sebagai besarnya perubahan momentum yang disebabkan oleh gaya yang terjadi pada waktu singkat, sehingga dapat dituliskan sebagai :
persamaan tersebut dikenal sebagai Teorema Impuls-Momentum
Definisi lain dari impuls (diperoleh dari penurunan Hukum II Newton) adalah hasil kali antara gaya singkat yang bekerja pada benda dengan waktu kontak gaya pada benda (biasanya sangat kecil), sehingga bisa juga ditulis sebagai :
Dengan satuan I adalah N.s. Jadi Teorema Impuls-Momentum dapat dinyatakan dalam bentuk berikut :
HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM
Berdasarkan Hukum kedua Newton, maka diketahui bahwa momentum suatu sistem adalah kekal (selama tidak ada gaya lain yang bekerja pada sistem), maka Hukum Kekekalam Momentum dapat ditulis sebagai :
atau untuk menyederhanakan penulisan digunakan notasi
Hukum kekekalan momentum ini dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah :
1. Tumbukan antara dua benda (tabrakan mobil, tumbukan bola-bola, tumbukan bola-dinding, dll.)
2. Pemisahan antara dua benda (mis: dua orang berpelukan lalu saling mendorong satu sama lain, peluru yang keluar dari sebuah senapan, dll.).
3. Ledakan bom yang terpecah menjadi dua bagian atau lebih.
4. Penyatuan dua benda ( mis: orang yang naik ke perahu, dua benda bertumbukan lalu menempel, dll.)
KOEFISIEN RESTITUSI & JENIS-JENIS TUMBUKAN
Koefisien restitusi (e) didefinisikan sebagai perbandingan perubahan kecepatan benda sesudah bertumbukan dan sebelum bertumbukan, atau :
Koefisien restitusi tidak memiliki satuan dan nilainya dari 0 s/d 1. Nilai negatif diperlukan untuk ‘mempositifkan’ nilai e, karena Δv’ bernilai negatif (arah berlawanan dengan Δv). Jika :
e = 1 => Tumbukan Lenting/elastis Sempurna. Tidak ada penyerapan energi, maka berlaku Hukum Kekekalan Energi Kinetik (EK = EK’)
0 < e < 1 => Tumbukan Lenting/elastis Sebagian, ada penyerapan energi. EK ≠EK’
e = 0 ==> Tumbukan tidak lenting/tidak elastis sama sekali, energi terserap secara maksimal. EK ≠EK’
gerak berbentuk parabola
Fisika Kelas 1 > Kinematika
261
< Sebelum Sesudah >
Gerak ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Gerak Setengah Parabola
Benda yang dilempar mendatar dari suatu ketinggian tertentu dianggap tersusun atas dua macam gerak, yaitu :
a.
Gerak pada arah sumbu X (GLB)
vx = v0
Sx = X = vx t
261
< Sebelum Sesudah >
Gerak ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Gerak Setengah Parabola
Benda yang dilempar mendatar dari suatu ketinggian tertentu dianggap tersusun atas dua macam gerak, yaitu :
a.
Gerak pada arah sumbu X (GLB)
vx = v0
Sx = X = vx t
gerak translasi dan rotasi
A. Momen Gaya
Momen gaya merupakan salah satu bentuk usaha dengan salah satu titik sebagai titik acuan. Misalnya anak yang bermain jungkat-jungkit, dengan titik acuan adalah poros jungkat-jungkit. Pada katrol yang berputar karena bergesekan dengan tali yang ditarik dan dihubungkan dengan beban.
Momen gaya adalah hasil kali gaya dan jarak terpendek arah garis kerja terhadap titik tumpu. Momen gaya sering disebut dengan momen putar atau torsi, diberi lambang t (baca: tau).
Gambar:
Menarik beban menggunakan katrol
t = F . d
Satuan dari momen gaya atau torsi ini adalah N.m yang setara dengan joule.
Momen gaya yang menyebabkan putaran benda searah putaran jarum jam disebut momen gaya positif. Sedangkan yang menyebabkan putaran benda berlawanan arah putaran jarum jam disebut momen gaya negatif.
Momen gaya merupakan salah satu bentuk usaha dengan salah satu titik sebagai titik acuan. Misalnya anak yang bermain jungkat-jungkit, dengan titik acuan adalah poros jungkat-jungkit. Pada katrol yang berputar karena bergesekan dengan tali yang ditarik dan dihubungkan dengan beban.
Momen gaya adalah hasil kali gaya dan jarak terpendek arah garis kerja terhadap titik tumpu. Momen gaya sering disebut dengan momen putar atau torsi, diberi lambang t (baca: tau).
Gambar:
Menarik beban menggunakan katrol
t = F . d
Satuan dari momen gaya atau torsi ini adalah N.m yang setara dengan joule.
Momen gaya yang menyebabkan putaran benda searah putaran jarum jam disebut momen gaya positif. Sedangkan yang menyebabkan putaran benda berlawanan arah putaran jarum jam disebut momen gaya negatif.
Sejarah Perkembangan Perbudaka
Bila kita tinjau dari sisi sejarah, praktik human trafficking tidak berbeda dengan perbudakan. Masa kelam perbudakan yang paling besar terjadi di Benua Afrika. Benua yang dihuni oleh mayoritas penduduk berkulit gelap ini merupakan gudang para budak bagi kerajaan-kerajaan Eropa dan Amerika. Selama kurun waktu 1700-an, ribuan orang Afrika dibawa melintasi Samudera Atlantik dan dipekerjakan secara paksa di berbagai perkebunan di Amerika. Di Eropa, para budak ini dipekerjakan di istana-istana kerajaan sebagai tenaga rendahan atau sebagai buruh kasar di pabrik-pabrik yang banyak berdiri sejak Revolusi Industri bergulir.
Langganan:
Postingan (Atom)